Februari 08

Mesin Panen Garam Temuan Warga Pati Raih Penghargaan Nasional

Diposting Oleh jarwo | Kategori Teknologi | Selengkapnya

Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) Mina Tani mendapat penghargaan dalam lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) 2016. Penghargaan ini diberikan untuk temuan Mesin Panen Garam Rakyat (Pagrak).

Menurut Ketua Posyantek Mina Tani Sujarwi, ide pembuatan pagrak bermula dari sulitnya petani saat memanen garam. “Sudah proses panen lama, petani garam juga harus terpapar terik matahari. Kasihan melihatnya,” ujar Sujarwi, mengutip laman patikab.go.id, Rabu 26 Oktober 2016.

Cara memanen garam yang masih tradisional memotivasinya untuk membuat alat panen garam dengan produksi biaya yang rendah. Mesin ini juga dilengkapi dengan penerangan sehingga petani juga dapat memanen garam pada malam hari…

Januari 26

UNS Kembangkan Budidaya Sidat Di Kolam

Diposting Oleh andi | Kategori Peternakan | Selengkapnya

Ikan sidat (hampir mirip belut) adalah salah satu komoditas perikanan Internasional yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Salah satu peminat terbesar ikan sidat adalah Jepang dengan konsumsi terbesar sekira 130.000 ton pertahun dan belum termasuk permintaan dari negara lain di dunia.

Melihat potensi yang begitu besar tim peneliti dari Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret Solo (UNS) Agung Budiharjo yang selama beberapa tahun meneliti tentang budidaya ikan sidat menggandeng petani plasma untuk beternak dan membudidayakan ikan sidat secara modern sehingga bisa meningkatkan pendapatan dari sektor perikanan.

Masyarakat biasa juga bisa membudidayakan ikan sidat ini. Pihak UNS menggandeng para petani plasma yang selama…

Maret 07

Ikan Mas Merah Najawa, Varietas Unggul Asli Cangkringan

Diposting Oleh jarwo | Kategori Peternakan | Selengkapnya

Dinas Kelautan dan Perikanan DIY melalui Balai Pengembangan Teknologi Kelautan dan Perikanan (BPTKP) Cangkringan berhasil melegalkan ikan mas merah Cangkringan sebagai ikan varietas unggul nasional.

Kepala BPTKP Cangkringan, Ir Dwijo Priyanto MMA menerangkan, ikan mas merah Cangkringan merupakan ikan lokal yang dimiliki BPTKP sejak 1970. Diperkirakan, ikan jenis ini memiliki jarak kekerabatan yang jauh dengan ikan mas jenis lain.

“Berdasar karakteristik genetik dengan uji DNA, ikan mas merah Cangkringan sangat jauh kekerabatannya dengan ikan mas Rajadanu, Majalaya, Sinyonya, Wildan dan Sutisna. Jadi bisa dikatakan ikan ini masih benar-benar murni jenisnya dan berasal dari Cangkringan,” ungkapnya kepada KRjogja.com di…